Tampil Memukau di Ajang OASE III 2026, Mahasiswa KPI Hafaz Muhammad Bintang Raih Juara 1 Cabang Lomba Dai Putra

MEDAN — Prestasi membanggakan kembali dipersembahkan oleh mahasiswa Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Dalam perhelatan bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Tahun 2026, Hafaz Muhammad Bintang sukses mengukir capaian gemilang dengan meraih Juara 1 pada Cabang Lomba Dai Putra.

Tampil dengan nomor peserta 8 di babak final, Hafaz berhasil menunjukkan performa retorika dakwah yang prima, terstruktur, dan memikat di hadapan dewan juri. Penampilan konsisten tersebut membuahkan skor impresif dari ketiga dewan juri:

  • Juri 1 (Ai Euis Mudrikah, M.Sos): 95 poin
  • Juri 2 (Ummu Samhah Mufarrihah, M.A.): 95 poin
  • Juri 3 (Dr. M. Minanur Rohman, M.S.I.): 94,4 poin

Dengan akumulasi nilai akhir mencapai 284,4 poin, Hafaz mengungguli seluruh finalis dari total 8 peserta dan berhasil mengamankan peringkat pertama pada ajang nasional tersebut.

Catatan dan Refleksi Dewan Juri

Dewan juri menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh finalis yang telah menampilkan kreativitas, gagasan, serta potensi terbaik di panggung dakwah. Melalui musyawarah dan pertimbangan profesional yang mengacu pada kriteria penilaian, dewan juri menetapkan bahwa setiap peserta memiliki keunggulan karakter masing-masing.

Sebagai instrumen pengembangan berkelanjutan bagi para dai muda, dewan juri merumuskan enam poin catatan refleksi:

  1. Penguatan substansi dakwah: Memperdalam pemahaman materi agar pesan yang disampaikan tidak hanya menarik, melainkan utuh, kontekstual, dan berbobot secara makna.
  2. Pengembangan teknik vokal: Mengeksplorasi kekuatan (power), artikulasi, intonasi, tempo, serta ekspresi suara guna menghadirkan penyampaian yang hidup dan meyakinkan.
  3. Penguatan retorika dan komunikasi audiens: Membangun kontak mata, bahasa tubuh, ekspresi, dan interaksi dua arah agar pesan tersampaikan secara persuasif.
  4. Pengembangan karakter dan kreativitas: Menemukan ciri khas personal maupun kedaerahan sebagai identitas dakwah, termasuk adaptasi media kreatif dalam berdakwah.
  5. Ketepatan penyampaian pesan: Memperhatikan akurasi dalil Al-Qur’an, matan hadis, kaidah tata bahasa, serta ketepatan terminologi keislaman.
  6. Penguasaan panggung: Menumbuhkan kepercayaan diri, ketegasan gestur, dan pengelolaan ruang panggung agar setiap performa meninggalkan kesan mendalam bagi pendengar.

Dewan juri menegaskan bahwa hasil perlombaan dan peringkat merupakan keputusan mufakat berdasarkan standar penilaian objektif. Catatan refleksi tersebut dihadirkan bukan untuk membandingkan kemampuan, melainkan sebagai ruang bertumbuh bersama. Menurut dewan juri, hakikat keberhasilan seorang dai tidak sekadar diukur dari piala kompetisi, melainkan sejauh mana ia memiliki empati sosial, kepekaan terhadap problematika umat, serta kesediaan untuk terus belajar dan berdakwah di tengah masyarakat.

Apresiasi Ketua Program Studi S1 KPI

Keberhasilan Hafaz Muhammad Bintang mendapat sambutan hangat dan apresiasi penuh dari pimpinan program studi. Ketua Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam, Dr. Irma Yusriani Simamora, M.A., menyampaikan rasa syukur dan rasa bangganya atas capaian prestasi ini.

“Alhamdulillah, rasa syukur dan kebanggaan yang mendalam kami haturkan atas prestasi gemilang yang ditorehkan ananda Hafaz Muhammad Bintang sebagai Juara 1 Dai Putra di ajang OASE III 2026. Capaian dengan total nilai 284,4 ini merupakan buah dari ketekunan, kedisiplinan berlatih, dan penguasaan materi yang matang,” ujar Dr. Irma.

Dr. Irma menambahkan bahwa prestasi ini sekaligus mencerminkan komitmen keilmuan Prodi KPI dalam mencetak komunikator Islam yang berdaya saing tinggi:

“Di Prodi KPI, kami tidak hanya menempa mahasiswa dalam aspek teori komunikasi dan teknis penyiaran, tetapi juga menanamkan etika retorika, kedalaman substansi pesan Islam, serta kepekaan sosial. Penampilan Hafaz membuktikan bahwa generasi muda KPI mampu menjadi corong dakwah yang santun, bernas, dan memikat. Pesan berharga dari para dewan juri, bahwa dai sejati diukur dari empati dan kemanfaatannya bagi umat harus menjadi pegangan utama. Semoga prestasi ini menjadi berkah, memantik motivasi rekan-rekan mahasiswa lainnya, serta menjadi modal bagi Hafaz untuk terus berdakwah menebar kemaslahatan yang lebih luas.”

Capaian ini kian menambah deretan prestasi mahasiswa S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam di kancah nasional, sekaligus mempertegas peran aktif civitas akademika dalam melahirkan dai-dai muda yang transformatif dan berwawasan luas.