MEDAN — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh civitas akademika Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Dalam ajang kompetisi tingkat nasional Lomba Video Presentasi Mahasiswa Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) Tahun 2026 kategori Bahasa Indonesia, delegasi mahasiswa KPI yang tergabung dalam Tim Byooners sukses memborong 7 kategori penghargaan sekaligus.
Tim Byooners beranggotakan lima mahasiswa KPI, yakni:
1. Nur Hafiz (0101232053),
2. Windari Syntia (0101242121),
3. Cahaya (0101242134),
4. Gheriya Alzahirah (0101241002), dan
5. Nurnisa Dwi Supari Ujung (0101242143).
Berkat kreativitas, kedalaman substansi, serta kematangan teknis produksi visual, tim ini berhasil menyapu bersih gelar juara pada tujuh kategori bergengsi:
- Juara 1 Konten Terbaik
- Juara 1 Naskah Terbaik
- Juara 1 Suara / Narasi Terbaik
- Juara 1 Sinematografi Terbaik
- Juara 1 Penyuntingan Terbaik
- Juara 1 Paling Kreatif
- Juara 1 Paling Menginspirasi
Melalui karya bertajuk “Revitalizing Tabayyun In The Age of Artificial Intelligence”, Tim Byooners mengangkat isu krusial mengenai etika pencarian informasi di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Video presentasi tersebut menyoroti fenomena maraknya penggunaan AI untuk tugas akademik maupun pencarian hukum, tafsir, dan ayat-ayat Al-Qur’an. Karya ini mengingatkan bahwa jika jawaban mesin dijadikan muara akhir pencarian tanpa verifikasi (tabayyun), maka proses esensial dari berpikir kritis dan belajar secara hakiki akan terkikis.
Sebagai tawaran solutif, Tim Byooners merumuskan gagasan metodologis bernama RUJUK:
- Ragukan: Mengambil jeda untuk mencatat, memahami, dan mendiskusikan kembali hasil yang diberikan AI.
- Utamakan Sumber Primer: Kembali merujuk pada Al-Qur’an, Hadis, literatur otoritatif, dan karya ilmiah kredibel.
- Jelaskan Kembali: Mengartikulasikan kembali intisari pemahaman dengan bahasa sendiri.
- Utuhkan Informasi: Meninjau konteks dan keutuhan materi agar terhindar dari bias.
- Konsultasikan kepada Ahli: Meminta bimbingan langsung kepada dosen, ulama, dan akademisi untuk pembahasan yang memerlukan keahlian mendalam.
Karya mereka juga merekomendasikan pemanfaatan platform terverifikasi berbasis data keislaman, seperti ILMVERSE AI, Open Hadith, serta Cek Fakta sebagai instrumen penguat literasi digital.
Menanggapi torehan prestasi luar biasa ini, Ketua Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam, Dr. Irma Yusriani Simamora, M.A., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas dedikasi para mahasiswa.
“Alhamdulillah, kami segenap pimpinan dan keluarga besar Program Studi KPI merasa sangat bangga dan bersyukur atas capaian luar biasa Tim Byooners di ajang AICIS 2026. Keberhasilan memborong tujuh penghargaan sekaligus ini membuktikan bahwa mahasiswa KPI tidak hanya piawai dalam penguasaan teknis produksi media dan broadcasting, tetapi juga memiliki kedalaman intelektual serta kepekaan epistemologis dalam merespons perkembangan teknologi kontemporer,” tutur Dr. Irma Yusriani Simamora.
Lebih lanjut, Dr. Irma menegaskan relevansi substansi yang diangkat mahasiswa dengan visi keilmuan KPI di era modern:
“Gagasan Revitalizing Tabayyun in the Age of AI yang mereka tawarkan merupakan manifestasi nyata dari dakwah transformatif. Nilai tabayyun adalah fondasi utama etika komunikasi Islam. Di tengah disrupsi kecerdasan buatan, mahasiswa KPI mampu menunjukkan bahwa teknologi harus dikawal dengan nalar kritis dan integritas rujukan keislaman yang otoritatif. Prestasi ini kami harapkan menjadi inspirasi dan pemantik energi positif bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berkompetisi, dan memberi kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.”
Pencapaian pada AICIS 2026 ini kian menegaskan komitmen Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam dalam mencetak lulusan yang berdaya saing global, adaptif terhadap inovasi digital, serta teguh berakar pada etika komunikasi keislaman.
Tonton video lengkapnya disini https://www.instagram.com/reel/DfPqR7GzeOE/?rpxt=MThocG00bWRmY2I4YQ==
