Perkuat Karakter Inklusif dan Literasi Dakwah Digital, Mahasiswa KPI UIN SU Ikuti Workshop Moderasi Beragama Ma’had Al-Jami’ah

Medan — Sebanyak 12 mahasiswa Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) Medan turut serta dalam Workshop Ma’had Al-Jami’ah yang digelar pada Sabtu (10/10/2026) di Aula Ma’had Al-Jami’ah UIN SU Medan. Kegiatan bertema “Ma’had Al-Jami’ah: Laboratorium Moderasi Beragama, Mencetak Generasi Intelektual yang Inklusif” ini dirancang untuk membekali generasi muda kampus dengan wawasan kebangsaan yang kokoh serta sikap terbuka di tengah keberagaman.

Keikutsertaan mahasiswa KPI dalam forum strategis ini menjadi momentum penting dalam mengasah kepekaan komunikasi keagamaan, khususnya di era digital. Ke-12 mahasiswa KPI yang mengikuti agenda ini adalah:

  1. Fadiah Nabilah Sani
  2. Natasya Amelia Putri
  3. Zahra Nasution
  4. Salsabila
  5. Nabila Triabsari
  6. Alvira Ananda Maura
  7. Wilda Handayani Halawa
  8. Sahniar Harahap
  9. Talita Nurul Azizah
  10. Pandan Sekar Wangi
  11. Ajeng Intan Aulia
  12. Sabrina Tasya Ambarita

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, Dr. H. Juriono, M.Ag. dan Aulia Kamal, M.A. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UIN SU, Prof. Dr. H. Azhari Akmal Tarigan, M.Ag., mewakili Rektor UIN SU Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag., serta didampingi oleh Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Idris Siregar, M.Ag.

Moderasi Beragama: Bekal Krusial Komunikator Muda di Era Digital

Dalam sesi pemaparan materi, ditekankan bahwa moderasi beragama bukan berarti melunturkan keyakinan religius, melainkan landasan etis untuk bersikap kritis, menghormati hak sesama, serta menjunjung tinggi sikap antikekerasan dan anti-diskriminasi. Bagi mahasiswa yang tergolong Generasi Z dan Generasi Alpha, arus informasi digital yang masif kerap menghadirkan polarisasi dan krisis literasi keagamaan.

Oleh karena itu, workshop ini menggarisbawahi empat indikator utama moderasi beragama: komitmen kebangsaan, toleransi, antikekerasan, dan akomodatif terhadap tradisi lokal, sebagai fondasi penting yang harus diterjemahkan ke dalam etika bermedia, verifikasi informasi sebelum disebarluaskan, serta penyampaian pesan-pesan dakwah yang menyejukkan.

Apresiasi dan Harapan Prodi KPI

Menanggapi partisipasi aktif mahasiswa KPI, Ketua Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam, Dr. Irma Yusriani Simamora, M.A., menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus pandangannya mengenai urgensi kegiatan ini bagi mahasiswa KPI.

Menurut Dr. Irma Yusriani Simamora, kegiatan ini memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi mahasiswa KPI sebagai calon komunikator dan praktisi penyiaran Islam masa depan.

“Partisipasi dalam workshop moderasi beragama ini sangat relevan dan strategis bagi mahasiswa Prodi S1 KPI. Mahasiswa KPI disiapkan bukan hanya untuk terampil memproduksi konten atau menguasai teknologi penyiaran, tetapi juga harus memiliki kedalaman etika komunikasi Islam yang moderat, santun, dan inklusif,” ujar Dr. Irma.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya peran mahasiswa di ruang publik digital. “Di era disrupsi digital dan maraknya polarisasi narasi keagamaan di media sosial, mahasiswa KPI harus tampil di garda terdepan sebagai duta wasathiyah (moderasi). Nilai-nilai yang didapatkan dari Ma’had Al-Jami’ah ini kami harapkan menjadi kompas moral saat mereka merancang pesan dakwah, menulis berita, memproduksi siaran, maupun berdialog di berbagai platform publik,” tambahnya.

Melalui keikutsertaan ini, Prodi S1 KPI UIN SU terus menegaskan komitmennya untuk mencetak sarjana komunikasi yang tidak hanya kompeten secara profesional, melainkan juga berintegritas tinggi, toleran, dan siap membawa dampak positif bagi kemaslahatan masyarakat luas.