YOGYAKARTA – Semangat moderasi dan pesan persatuan antarbangsa kembali disuarakan oleh mahasiswa Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sumatera Utara Medan. Hafaz Muhammad Bintang, delegasi cabang Da’i Mahasiswa Putra UINSU Medan, tampil memukau dalam perhelatan akbar Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Se-Indonesia yang digelar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2026.
Mengusung tema besar kompetisi “Tumbuh dan Berkembang Bersama Prestasi”, Hafaz membawakan syiar bertajuk MARKISA: “Mari Kita Rawat Multikultural Secara Bersama-sama”. Penampilan dakwah tersebut memikat perhatian dewan juri dan hadirin dengan pesan inklusif yang berakar kuat pada nilai-nilai Qurani dan kebangsaan.
Hakikat Kesetaraan dalam Keberagaman
Dalam narasinya, Hafaz menegaskan bahwa perbedaan bukanlah pemecah belah, melainkan sunnatullah yang patut dirawat dengan penuh kedewasaan.
“Walaupun manusia diciptakan berbeda-beda, kita semua berawal dari asal-usul yang satu, yakni Bapak dan Ibu kita bersama, Nabi Adam dan Hawa. Dari segi nasab, kedudukan kita semua setara di hadapan Allah SWT,” ungkap Hafaz dalam penampilannya.
Ia menambahkan, kesadaran asal-usul ini semestinya mengikis habis kesombongan primordial. Tidak ada ruang untuk membanggakan garis keturunan secara berlebihan, apalagi sampai merendahkan orang lain hanya karena perbedaan suku, golongan, maupun pandangan. Keberagaman justru dihadirkan agar manusia saling berinteraksi (lita’arafu).
“Tujuan kita diciptakan beraneka ragam adalah agar kita saling mengenal, merajut komunikasi yang harmonis, serta menebarkan cinta kasih yang tulus tanpa pilih kasih,” tegasnya penuh retorika dakwah khas mahasiswa komunikasi Islam.
Apresiasi dan Rasa Bangga Pimpinan Prodi
Keberhasilan Hafaz melangkah dan menyuarakan nilai-nilai luhur di panggung nasional disambut dengan apresiasi tinggi oleh Ketua Program Studi S1 KPI, Dr. Irma Yusriani Simamora, M.A. Beliau menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasinya atas dedikasi dan pesan bermakna yang dibawakan oleh Hafaz.
“Kami segenap keluarga besar Program Studi S1 KPI merasa sangat bangga dan bersyukur atas penampilan Ananda Hafaz Muhammad Bintang di OASE III. Gagasan ‘MARKISA’ bukan sekadar materi lomba, melainkan wujud nyata peran mahasiswa KPI sebagai komunikator dakwah yang membawa kesejukan bagi masyarakat majemuk,” ujar Dr. Irma.
Dr. Irma juga menambahkan bahwa keikutsertaan ini membuktikan mahasiswa KPI UINSU mampu berdaya saing secara akademik maupun spiritual di level nasional.
“Melalui mimbar dakwah OASE III ini, Hafaz telah membuktikan bahwa mahasiswa KPI mampu mengaplikasikan ilmu komunikasi penyiaran Islam untuk mempromosikan perdamaian dan persaudaraan. Ini adalah teladan yang luar biasa bagi seluruh mahasiswa untuk terus bertumbuh, berprestasi, dan memberi manfaat luas bagi bangsa dan umat,” pungkasnya.
Ajang OASE III PTKI se-Indonesia tahun 2026 menjadi barometer penting unjuk kompetensi mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam, sekaligus momentum strategis bagi mahasiswa KPI UINSU Medan untuk mempertegas komitmennya dalam menyebarkan syiar moderasi beragama di era modern.
