Pembelajaran di PS KPI dirancang secara sistematis mengacu pada RPS yang disusun berdasarkan CPL dan CPMK Prodi berdasarkan SNDIKTI dengan memanfaatkan sumber daya optimal untuk menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang komunikasi dan penyiaran Islam.

  1. BENTUK KEGIATAN PEMBELAJARAN
    • Pembelajaran Tatap Muka (Luring/Daring)
      • Kuliah interaktif dengan metode ceramah, diskusi kritis, dan presentasi.
      • Penggunaan multimedia: presentasi PowerPoint, video pembelajaran dengan menggunakan proyektor dan Zoom Meeting, Clasrsoom.
      • Webinar dengan narasumber nasional/internasional
    • Praktikum Studio dan Laboratorium: Mata kuliah yang berorientasi pada pengembangan keterampilan, seperti Produksi Podcast dan Radio Digital, mahasiswa diharuskan melaksanakan praktikum di studio atau mengoperasikan aplikasi editing audio, dan berkunjung ke stasiun radio dan tv
      • Produksi Podcast dan Radio Digital, mahasiswa diwajibkan melakukan praktikum di studio
      • Lab FDK TV: pengelolaan media sosial dakwah, analisis data audiens menggunakan tools digital dan desain grafis untuk konten dakwah, video editing dengan software profesional
    • Tugas dan Proyek Terstruktur: Mahasiswa diberikan berbagai bentuk penugasan yang harus dikerjakan sesuai dengan panduan dosen, meliputi:
      • Studi kasus: Analisis kasus untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis. Misal analisis strategi komunikasi lembaga dakwah, evaluasi program siaran radio Islam dan lainnya.
      • Proyek individu: Proyek mandiri atau berkelompok dalam berbagai format seperti karya tulis ilmiah, visualisasi infografis, atau produk digital. Misal: pembuatan konten video pendek dakwah, artikel jurnalistik Islam
      • Proyek kelompok: Kegiatan simulasi atau permainan peran dalam konteks komunikasi dan CSR. Misal: produksi program film pendek.
    • Pembelajaran Berbasis Proyek Mahasiswa mengerjakan proyek nyata dan mahasiswa merancang proyek aplikatif yang dapat diterapkan secara nyata,
      • Merancang dan memproduksi program radio dakwah dengan segmentasi audiens tertentu
      • Membuat channel YouTube dakwah dengan konten konsisten selama satu semester
      • Dokumenter sosial tentang isu keumatan dengan perspektif Islam
    • Kolaborasi dengan Praktisi dan Industri. Aktivitas pembelajaran yang melibatkan pakar eksternal:
      • Kuliah tamu dari broadcaster profesional (Penyiar Radio, presenter TV)
      • Workshop editing video, fotografi jurnalistik, copywriting
      • Kunjungan industri ke stasiun radio/TV, kantor media online Islam, agency komunikasi
      • Mentoring dari alumni yang sukses di industri media dan broadcasting


2. STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARAN

MetodeImplementasi di Prodi KPI
Student-Centered LearningMahasiswa aktif memimpin diskusi, presentasi hasil riset, peer teaching yang berkaitan  komunikasi  misal  mata  kuliah dasar-dasar komunikasi
Problem-Based LearningMahasiswa diberikan masalah nyata untuk diselesaikan misal Menganalisis kasus hoax dalam dakwah digital, mencari solusi komunikasi krisis lembaga Islam, misal mata kuliah teori komunikasi
Blended LearningPertemuan    daring     dan    luring     dengan menggunakan e-learning, dan hampir semua mata kuliah diberikan kesempatan 30% untuk daring
Project-Based LearningProduksi program broadcasting lengkap dari pra-produksi hingga evaluasi audiens mata kuliah broadcasting tv dan broadcasting radio
Collaborative LearningTim produksi dengan pembagian peran (produser, reporter, editor, presenter) layaknya di industry misal mata kuliah reportase dan cameramen, manajemen peliputan, dan penyiaran, sinematografi dan lainnya.
Experiential LearningMagang di radio kampus, liputan peristiwa keagamaan, siaran langsung kajian Islam, misal matakuliah praktikum retorika dakwah
Flipped ClassroomMahasiswa   mempelajari    teori di rumah, waktu    kelas untuk        praktik    dan   diskusi mendalam, misal fotografi jurnalistik
Case Study MethodBedah  program  dakwah sukses,  analisis strategi komunikasi lembaga zakat/wakaf

3. SUMBER PEMBELAJARAN
a. Sumber Literatur

  • Sumber Literatur
    • Buku teks dan referensi ilmiah yang di tulis oleh Dosen pengampu Mata Kuliah dan yang berkaitan dengan komunikasi Islam dan broadcasting (nasional & internasional)
    • Jurnal ilmiah nasional dan internasional misal : Journal of Islamic Communication, Komunikasi Islami, dan diutamakan tulisan/publikasi dosen pengampu mata kuliah.
  • Platform Digital
  • Software dan Tools Profesional
    • Audio: Adobe Audition, Audacity untuk podcast
    • Video: Adobe Premiere Pro.
    • Desain: Adobe Photoshop,Coreldraw, Illustrator, Canva Pro untuk konten visual
    • Analitik: Google Analytics, Facebook Insights untuk evaluasi performa konten digital
    • Akses ke laboratorium atau studio produksi
  • Fasilitas Praktikum
    • Studio dengan peralatan standar broadcasting
    • Mixer
    • Laboratorium computer sebagai ruang editing
    • Peralatan portable: kamera DSLR, microphone, lighting kit
  • Narasumber dan Mentor
    • Dosen dengan latar belakang praktisi media
    • Praktisi industri sebagai dosen tamu
    • Alumni sebagai mentor karir
  • 4. DOKUMENTASI PROSES PEMBELAJARAN
  • Jurnal perkuliahan dosen dengan catatan materi dan metode
  • Presensi digital melalui Si-Dahlia.
  • Portfolio mahasiswa (karya video, audio, artikel) tersimpan di Google Drive Prodi
  • Foto dan video kegiatan pembelajaran praktik studio
  • Laporan praktikum dengan refleksi pembelajaran

Pemantauan kesesuaian proses pembelajaran dengan RPS dilaksanakan secara periodik oleh UPPS dan UPM melalui monitoring pelaksanaan perkuliahan, pengumpulan data pembelajaran daring dan luring, serta evaluasi kesesuaian materi, metode, dan sumber pembelajaran. Hasil monev didokumentasikan dalam laporan resmi dan ditindaklanjuti melalui perbaikan proses pembelajaran dan revisi RPS guna menjamin kedalaman dan keluasan materi yang relevan dengan capaian pembelajaran lulusan.

Bukti Shahih Kebijakan Proses Pembelajaran UPPS maupun PS

Monitoring dan evaluasi (Monev) dalam proses pembelajaran merupakan langkah strategis untuk memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga dan selaras dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Proses ini dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk dosen, mahasiswa, dan pengelola akademik. Monitoring dan evaluasi pembelajaran yang konsisten dan berbasis bukti memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan efektif dan sesuai dengan standar akademik. Dengan sistem yang terstruktur dan tindak lanjut yang jelas, kualitas pembelajaran dapat terus ditingkatkan sehingga lulusan memiliki kompetensi yang unggul sesuai dengan CPL yang ditargetkan.

  1. Kebijakan Monitoring dan Evaluasi Pembelajaran
    • Karakteristik Monitoring dan Evaluasi
      • Konsisten – Dilaksanakan secara berkala setiap semester atau tahun akademik
      • Komprehensif – Mencakup seluruh aspek pembelajaran: pendekatan, beban kerja, interaksi, fasilitas, dan kepuasan mahasiswa
      • Partisipatif – Melibatkan dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dalam proses evaluasi
      • Berbasis Bukti – Menggunakan data yang terukur seperti hasil survei, rekaman kelas, dan laporan akademik
      • Tindak Lanjut – Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar perbaikan dan inovasi dalam sistem pembelajaran
  2. Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi
    • Proses Monitoring
      • Observasi Kelas
        • Dilakukan oleh tim akademik atau pimpinan prodi untuk memastikan ketercapaian CPL
        • Menggunakan rekaman video pembelajaran sebagai bahan analisis
      • Evaluasi Berbasis Survei
        • Survei kepuasan mahasiswa terhadap pendekatan pengajaran, aksesibilitas materi, dan relevansi pembelajaran
        • Kuesioner kepuasan mahasiswa terhadap beban belajar dan efektivitas kurikulum
        • Penelaahan Rencana Pembelajaran Semester (RPS)
          • Mengevaluasi kesesuaian pendekatan pembelajaran dengan CPL yang ditetapkan
          • Menyelaraskan bobot tugas dan beban kerja mahasiswa agar proporsional
    • Evaluasi Akhir Semester
      • Analisis Nilai Mahasiswa
        • Membandingkan nilai capaian terhadap target yang telah ditetapkan
        • Mengidentifikasi pola kesulitan mahasiswa dan solusi perbaikannya
      • Umpan Balik Mahasiswa dan Dosen
        • Diskusi reflektif antara mahasiswa dan dosen setelah akhir perkuliahan
        • Penyampaian rekomendasi untuk perbaikan sistem pembelajaran
      • Evaluasi Kurikulum dan Pendekatan Pembelajaran
        • Meninjau efektivitas pendekatan pembelajaran (ceramah, analisis kasus, PBL, praktikum, dll.)
        • Mengidentifikasi pendekatan yang paling efektif dalam mencapai CPL
  3. Bukti Sahih Monitoring dan Evaluasi
Jenis BuktiDeskripsi
Dokumen RPSMenunjukkan hubungan antara pendekatan pembelajaran dan capaian pembelajaran yang diharapkan
Laporan Evaluasi Dosen oleh MahasiswaHasil penilaian efektivitas pengajaran berdasarkan survei mahasiswa
Dokumentasi Observasi KelasCatatan dan rekaman dari pemantauan proses pembelajaran di kelas/laboratorium (Bg imam)
Laporan Hasil Belajar MahasiswaAnalisis nilai dan tingkat keberhasilan mahasiswa dalam mencapai CPL
Laporan Tindak LanjutRekomendasi dan rencana perbaikan dari hasil evaluasi sebelumnya.

4. Tindak Lanjut Evaluasi untuk Peningkatan Pembelajaran
Hasil evaluasi tidak hanya dicatat, tetapi juga dijadikan dasar dalam perbaikan sistem pembelajaran, seperti:
a) Revisi Kurikulum dan RPS untuk meningkatkan relevanasi dan efektivitas pembelajaran
b) Pelatihan Dosen dalam pengembangan pendekatan pengajaran berbasis teknologi dan interaktif
c) Penyesuaian Beban Pembelajaran agar lebih proporsional sesuai dengan daya serap mahasiswa
d) Peningkatan Fasilitas dan Infrastruktur untuk mendukung proses belajar yang lebih nyaman

Bukti Sahih Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Proses Pembelajaran