Aceh Tenggara – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sumatera Utara (UIN SU) Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat. Kali ini, kegiatan pengabdian dilakukan dalam skala internasional dengan menggandeng NGO Malaysia, Founder Sahabat Berbagi Bahagia, di Desa Bun-Bun Alas dan Bun-Bun Indah, Kecamatan Leuser, Aceh Tenggara. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 17 hingga 23 Februari 2025.
Kegiatan ini melibatkan delapan mahasiswa Prodi KPI FDK UIN SU Medan, yaitu Rama Sandy Permana, Haikal Mohammad Amri, Muhammad Syarqawi A Nasution, Lulu ul Janah, Siti Auliza, Khairul Fajar, Albihar Alamsyah, dan Sarfiyan Pratama Rangkuti. Mereka didampingi oleh dua dosen pendamping, Dr. Irma Yusriani Simamora, MA dan Dr. Elfi Yanti Ritonga, MA. Dari pihak NGO Malaysia, kegiatan ini dipimpin langsung oleh pendirinya, Firmando Selian, S.Sos.
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam aspek komunikasi, edukasi, dan pembangunan sosial. Beberapa program utama yang dijalankan dalam kegiatan ini antara lain pelatihan literasi media, edukasi komunikasi berbasis nilai Islam, serta kegiatan sosial yang mendukung kesejahteraan masyarakat setempat.
Dr. Irma Yusriani Simamora, MA, selaku dosen pendamping, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari sinergi antara akademisi dan NGO dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat. “Kami berharap kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat dapat memberikan manfaat langsung serta memperkuat hubungan antara akademisi dan komunitas lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Founder Sahabat Berbagi Bahagia, Firmando Selian, S.Sos, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam membangun kepedulian sosial. “Kami sangat mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dan dosen dari UIN SU Medan dalam kegiatan ini. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tuturnya.
Mahasiswa peserta pengabdian juga merasa mendapatkan pengalaman berharga dalam kegiatan ini. Rama Sandy Permana, salah satu peserta, menyatakan bahwa keterlibatan dalam program ini membuka wawasan mereka tentang peran komunikasi dalam membangun masyarakat yang lebih baik. “Kami belajar langsung bagaimana komunikasi efektif dapat digunakan untuk mengedukasi dan memberdayakan masyarakat,” katanya.
Kegiatan pengabdian ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung visi UIN SU Medan sebagai institusi pendidikan Islam yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan masyarakat. Dengan adanya kerja sama internasional seperti ini, diharapkan semakin banyak program serupa yang dapat dilaksanakan di masa mendatang untuk kemajuan bersama.


