PADANG – Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sumatera Utara Medan terus menunjukkan komitmennya dalam peningkatan mutu akademik dan perluasan jejaring ilmiah. Ketua Prodi S1 KPI, Dr. Irma Yusriani Simamora, hadir mewakili program studi dalam gelaran The 6th Annual International Communication Conference (AICCON) 2026 dan Kongres VIII Asosiasi Program Studi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Indonesia yang berlangsung pada 22–24 Juli 2026 di Padang, Sumatera Barat.
Kegiatan bergengsi tingkat internasional ini diselenggarakan oleh ASPIKOM bekerja sama dengan Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas (Unand). Mengusung tema “Communication Transformation for Sustainable Communities: Policy, Culture, and Digital Futures”, forum ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi komunikasi dari berbagai belahan dunia untuk merumuskan arah transformasi komunikasi di era digital.
Pembukaan acara yang digelar di The ZHM Premiere Hotel Padang pada Rabu (22/7/2026) turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Ketua ASPIKOM Indonesia Prof. Anang Sujoko, S.Sos., M.Si., D.COMM, serta Ketua Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Unand Dr. Elva Ronaning Roem.
Konferensi internasional ini menghadirkan jajaran keynote speakers terkemuka, antara lain:
- Prof. Elske van de Fliert (The University of Queensland, Australia)
- Prof. Madya Dr. Nik Norma Nik Hasan (Universiti Sains Malaysia)
- Prof. Anang Sujoko, S.Sos., M.Si., D.COMM (Universitas Brawijaya / Ketua ASPIKOM)
- Prof. Merlyna Lim (Carleton University, Canada)
Selain konferensi internasional, rangkaian agenda dilanjutkan dengan Kongres ASPIKOM serta Workshop Kurikulum dan Akreditasi yang berpusat di UNP Hotel & Convention Center Padang pada Kamis (23/7/2026). Momentum ini menjadi sangat strategis karena ASPIKOM secara resmi meluncurkan Panduan Kurikulum dan Standar Laboratorium sebagai acuan nasional bagi seluruh program studi ilmu komunikasi di Indonesia.
Ketua ASPIKOM Indonesia, Prof. Anang Sujoko, menekankan pentingnya mengimbangi pesatnya teknologi dengan penguatan nilai lokal serta kepedulian lingkungan. Poin ini sejalan dengan upaya penyelarasan kurikulum agar lulusan komunikasi makin adaptif terhadap tantangan zaman tanpa kehilangan identitas budaya.
Keikutsertaan aktif Prodi S1 KPI UINSU dalam forum nasional dan internasional ini membawa dampak strategis bagi pengembangan tata kelola dan pengayaan kurikulum program studi ke depan.
Ketua Prodi S1 KPI UINSU, Dr. Irma Yusriani Simamora, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya seluruh rangkaian acara yang dinilainya sangat aplikatif dan kaya akan wawasan baru.
“Kegiatan ini sangat luar biasa, menarik, dan memberikan manfaat yang mendalam bagi pengembangan Prodi S1 KPI UINSU. Selain mendapatkan perspektif global dari para keynote speakers mengenai transformasi digital dan keberlanjutan budaya, peluncuran panduan kurikulum serta workshop akreditasi ini menjadi acuan konkret bagi kami dalam menyelaraskan standar pendidikan nasional dengan kebutuhan industri komunikasi saat ini,” ungkap Dr. Irma.

Beliau menambahkan bahwa hasil serta rekomendasi dari kegiatan ini akan segera dijadikan bahan evaluasi internal. Langkah ini dilakukan agar kurikulum Prodi S1 KPI FDK UINSU tetap relevan, unggul dalam capaian akreditasi, dan mampu melahirkan lulusan Komunikasi Penyiaran Islam yang berdaya saing global.
