MEDAN – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sumatera Utara Medan. Afriana Alawiah AR, mahasiswa aktif prodi S1 KPI, berhasil menyabet penghargaan bergengsi sebagai peraih “Video Dokumenter Terbaik” dalam ajang Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut (PJTL) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika UINSU.
Kegiatan pelatihan yang diikuti oleh berbagai pegiat pers mahasiswa ini mengusung tema yang sangat krusial dan kontekstual dengan dinamika media hari ini, yaitu “Jurnalisme di Persimpangan Jalan: Meningkatkan Nalar Kritis Progresif Persma di Tengah Pragmatisme Kolektif”. Tema ini sengaja diangkat untuk membekali para jurnalis kampus agar tetap konsisten merawat nalar kritis, independensi, dan idealisme di tengah kepungan arus informasi yang kian pragmatis.
Melalui penugasan akhir berbasis karya, Afriana Alawiah AR berhasil membuktikan ketajaman nalar kritisnya yang dipadukan dengan keterampilan teknis penyiaran. Karya video dokumenter yang ia produksi dinilai memenuhi standar estetika visual, kedalaman riset, serta ketepatan dalam menyajikan fakta jurnalistik, sehingga dewan juri menobatkannya sebagai yang terbaik di kelas dokumenter.
Menanggapi pencapaian gemilang ini, Ketua Program Studi S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam UINSU, Ibu Dr. Irma Yusriani Simamora, M.A., tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan syukurnya. Dalam keterangannya, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras yang ditunjukkan oleh Afriana.
“Kami selaku pengelola program studi merasa sangat bangga dan bersyukur atas prestasi luar biasa yang diraih oleh ananda Afriana Alawiah AR. Penghargaan sebagai Video Dokumenter Terbaik ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa KPI tidak hanya menguasai teori di ruang kelas, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara progresif di lapangan,” ujar Dr. Irma Yusriani Simamora.
Beliau juga menekankan relevansi prestasi ini dengan tema pelatihan yang diangkat oleh LPM Dinamika. Menurutnya, kemampuan memproduksi dokumenter yang kritis adalah cerminan dari semangat melawan pragmatisme media.
“Sesuai dengan tema pelatihan tentang memicu kembali nalar kritis di tengah pragmatisme kolektif, produk dokumenter adalah salah satu alat perjuangan jurnalistik yang sangat kuat. Melalui audio visual, mahasiswa KPI dituntut untuk mampu memotret realitas sosial secara jujur dan tajam. Kami berharap pencapaian Afriana ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa S1 KPI lainnya untuk terus mengasah kompetensi, berani berkompetisi, dan konsisten melahirkan karya-karya jurnalistik maupun dakwah visual yang mencerahkan masyarakat,” tambah Ketua Prodi KPI tersebut.
Penghargaan ini sekaligus mempertegas komitmen Program Studi S1 KPI FDK UINSU Medan dalam mendukung dan memfasilitasi pengembangan minat serta bakat mahasiswa, khususnya di bidang jurnalistik, penyiaran, dan komunikasi digital, guna mencetak lulusan yang unggul, kompetitif, dan berintegritas.
